Postingan

Self Love

Gambar
Self Love From pinterest      Teman-teman pernah dengarkan kata ' self love' , ' love yourself' , atau ' love myself '?    Pastinya pernah dong. Nah disini, aku pengen bahas nih tentang self love dan teman-teman nya.  Sebelum itu, kalian pasti nanya kan.  "Kenapa bahas self love?"   Karena, seperti yang kita tahu. Banyak orang yang suka minder atau insecure terhadap dirinya sendiri. Dan itu ga boleh ! Ingat, ga boleh, okay?    Kalian itu sempurna dengan kelebihan dan kekurangan kalian masing-masing. Kalian itu unik. Kalian itu berharga.    Nah, sekarang kita akan mendalami makna self love yaa!!  PENGERTIAN SELF LOVE   Kalian pernah ga sih, nanya ke diri kalian sendiri, kayak gini?    “Jika kita tidak bisa mencintai diri sendiri maka siapa yang mencintai diri kita?”    Pertanyaan itu terlihat sederhana, tetapi sangat penting untuk diri sendiri karena dapat mempengaruhi kehidupan kita kedepannya. J...

Love Yourself (2)

Gambar
 Love Yourself (2)  "Kamu hanya perlu memercayai dirimu sendiri" From pinterest "R-Ryan..."  "Hm? "  "S-sebenarnya aku s-suka s-sama kamu"  "Gue juga suka sama lo"    Seketika aku menatap wajahnya dengan pandangan terkejut.    Ryan bangkit, lalu berdiri dihadapanku. "Itu yang mau lo dengarkan?"    Namun, rasa bahagia yang baru saja ku bangun seketika menjadi runtuh. Senyum yang Ryan layangkan, tampak berbeda.    "BWAHAHAHAHA!!! LIAT CUY, DIVYA NEMBAK RYAN"    Suara melengking itu memenuhi area kelas, disusul gelak tawa yang bersahutan.    Seluruh warga kelas keluar dari persembunyiannya. Membuat diriku menjadi bingung sekaligus terkejut.    Aku menoleh menatap Ryan kembali. Raut wajah Ryan kini menjadi raut wajah yang siap untuk menghujani ku berbagai cacian, begitu pula dengan yang lainnya.    Ryan menoel kepalaku kasar. "Denger ya, lo itu ga cocok bersanding sama gue", ujarnya....

Love Yourself (1)

Gambar
Love Yourself (1)  "Tak selamanya kamu sendiri" From pinterest   Di pagi hari yang cerah itu, burung-burung saling berkicauan bagai nada yang mengalun begitu indah. Cahaya mentari tersenyum menatap alam semesta dengan ramah.  Dan angin yang sedang berhembus menyapu alam semesta dengan gesekan halus yang begitu damai.    Sebagian anak mungkin akan tersenyum cerah bagai mentari, wajah yang begitu berseri, dan mata sipit bagai rembulan yang dapat menyenangkan hati. Namun, itu semua tak berlaku bagiku.    Pagi ini, aku berjalan melewati koridor sekolah. Seluruh pasang mata tertuju padaku, membuat ku selalu setia menundukkan kepala.    Tatapan yang mereka berikan, bukanlah tatapan memuja. Tetapi, tatapan tak suka dan jijik padaku.    Aku terus berjalan, melewati mereka semua. Desas desus tak mengenakkan mereka lontarkan padaku. Namun, aku hanya bisa diam dan tak bisa melawan.    Sesampainya di depan kelas, aku menghembuskan naf...

Birthday (2)

Gambar
 Birthday (2)  "Anna's Birthday" "Demi Anna!", gumamnya tegas.    Mulai hari itu Fanya bekerja seharian. Mulai dari pulang sekolah hingga malam hari, ia akan bekerja dua tempat secara bergantian. Bahkan hari minggu pun ia tetap bekerja.    Tugas sekolah? Ia akan mencuri waktu untuk mengerjakan tugas itu saat kerja paruh waktu ia lakukan.    Setelah satu bulan bekerja, akhirnya gaji pun ia terima. Meski tak seberapa. Setidaknya itu cukup untuk membeli kue dan es krim untuk ulang tahun Anna.    Fanya berjalan di trotoar. Hari ini, selepas menerima gaji, ia begitu bahagia. Namun, saat tengah asyik membayangkan dirinya dan Anna. Tak sengaja matanya menangkap sosok seorang wanita paruh baya tengah berjalan menyeberangi jalanan yang besar.    Lalu dari arah depan terlihat sebuah minibus yang melaju cepat.    "Tante! Awas!", teriak Fanya lalu berlari sekuat tenaga, dan mendorong wanita itu ketepi jalan.  Dan... Fanya me...

Birthday (1)

Gambar
Birthday (1)  "Demi Anna" From pinterest   Sore itu, langit begitu mendung. Angin sudah berebut ingin mencapai garis finish yang keberadaannya entah dimana.    Dengan dibaluti sebuah jaket rajut buatan tangan yang sudah tampak usang, seorang gadis berjalan begitu cepat melewati trotoar.    Dengan berharap agar ia dapat sampai ketempat tujuan tanpa menyentuh sebutir air hujan pun.    Namun sepertinya Tuhan tak mengizinkannya. Tiba-tiba, hujan turun dengan begitu derasnya. Tanpa diiringi dengan embel-embel, hujan gerimis.    Gadis itu semakin mengeratkan lipatan tangannya, giginya saling beradu, bibirnya begitu pucat.    Kini ia memilih berlari, tak ada waktu untuk sekedar berteduh. Ia sudah terlambat.  "Anna!"    Suara itu, membuat seorang gadis kecil menoleh menatap seorang gadis remaja yang kini tengah tersenyum hangat kearahnya.    "Kakak!", ujarnya dengan hati gembira. Dengan segera ia memeluk tubuh ...