Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2022

Birthday (2)

Gambar
 Birthday (2)  "Anna's Birthday" "Demi Anna!", gumamnya tegas.    Mulai hari itu Fanya bekerja seharian. Mulai dari pulang sekolah hingga malam hari, ia akan bekerja dua tempat secara bergantian. Bahkan hari minggu pun ia tetap bekerja.    Tugas sekolah? Ia akan mencuri waktu untuk mengerjakan tugas itu saat kerja paruh waktu ia lakukan.    Setelah satu bulan bekerja, akhirnya gaji pun ia terima. Meski tak seberapa. Setidaknya itu cukup untuk membeli kue dan es krim untuk ulang tahun Anna.    Fanya berjalan di trotoar. Hari ini, selepas menerima gaji, ia begitu bahagia. Namun, saat tengah asyik membayangkan dirinya dan Anna. Tak sengaja matanya menangkap sosok seorang wanita paruh baya tengah berjalan menyeberangi jalanan yang besar.    Lalu dari arah depan terlihat sebuah minibus yang melaju cepat.    "Tante! Awas!", teriak Fanya lalu berlari sekuat tenaga, dan mendorong wanita itu ketepi jalan.  Dan... Fanya me...

Birthday (1)

Gambar
Birthday (1)  "Demi Anna" From pinterest   Sore itu, langit begitu mendung. Angin sudah berebut ingin mencapai garis finish yang keberadaannya entah dimana.    Dengan dibaluti sebuah jaket rajut buatan tangan yang sudah tampak usang, seorang gadis berjalan begitu cepat melewati trotoar.    Dengan berharap agar ia dapat sampai ketempat tujuan tanpa menyentuh sebutir air hujan pun.    Namun sepertinya Tuhan tak mengizinkannya. Tiba-tiba, hujan turun dengan begitu derasnya. Tanpa diiringi dengan embel-embel, hujan gerimis.    Gadis itu semakin mengeratkan lipatan tangannya, giginya saling beradu, bibirnya begitu pucat.    Kini ia memilih berlari, tak ada waktu untuk sekedar berteduh. Ia sudah terlambat.  "Anna!"    Suara itu, membuat seorang gadis kecil menoleh menatap seorang gadis remaja yang kini tengah tersenyum hangat kearahnya.    "Kakak!", ujarnya dengan hati gembira. Dengan segera ia memeluk tubuh ...

Who? (3)

Gambar
Who? (3)  "Mengungkap Teka-Teki Kematian Karin" From pinterest   Setelah perjanjian itu. Aku harus selalu bertemu dengan Karin. Ia selalu menggangguku. Tapi terkadang juga membantuku.    "Woi, kerjain tugas gue nih", suruh Galih sembari melempar buku tulisnya padaku.  "Ogah", tolak ku mentah-mentah.    "Oh berani lo sama gue!?", tanyanya garang, berancang-ancang ingin memukul ku.  "Hei~"    Galih menggosok telinganya. "Siapa!?", tanyanya terkejut dan ketakutan. Sementara aku hanya melirik nya tanpa minat.    "Jangan ganggu~" , lirihnya menakutkan tepat ditelinga Galih.    Galih segera pergi dari bangku ku. Dengan perasaan takut serta syok. Terpancar dari raut wajahnya yang begitu kentara.  Sedangkan aku hanya menghela nafas berat.    "Jangan kayak gitu, lo bikin dia takut", ujarku sembari memijat pelipis sebab merasa pening.    "Cih, biarin aja. Salah nya sendiri gangguin orang~"    ...

Who? (2)

Gambar
Who? (2)   "Di Balik Kejadian Mengerikan?" From pinterest   "S-Selly... S-sebenarnya a-aku s-suka sama k-k-kamu... ", ujar nya dengan nada bergetar sembari menyodorkan sebuket bunga mawar.    Lelaki itu menunduk, enggan menatap lawan bicaranya saat ini. Dengan segala macam do'a yang kini tengah ia rapalkan dengan penuh kesungguhan, berharap respon yang akan disampaikan sesuai dengan ekspektasinya saat ini.    "Ha..." . Terdengar suara helaan nafas dari depan sana, membuat lelaki itu semakin bergetar hebat. Bahkan keringat dingin sudah membanjiri tubuhnya.    "Aku juga suka sama kamu..." , ujar gadis itu menggantungkan kalimatnya sembari  mengibaskan surai coklat pekat miliknya kebelakang.  "Arkan" , lanjutnya.    Arkan mulai mengangkat kepalanya. Tersirat secercah harapan dari sorot matanya. Mata bahagia yang kini tengah tersenyum.  "Lo... Mau gue ngomong gitu kan?"    Namun pertanyaan itu membuat dunianya seketi...