HEALING
Healing
"Me Time itu Perlu"
From pinterest
Pada hari ini, aku memutuskan untuk melepas segala hal yang menjadi beban pikiranku belakangan ini. Aku berencana untuk menghabiskan hari ini di perbatasan kota. Tepatnya di pantai.
Pantai, hamparan pasir nan kasar berbentuk butiran-butiran putih yang saling berkumpul menjadi satu kesatuan nan utuh.
Desiran air berbentuk gelombang yang terasa asin berniat menyapu pasir tersebut secara perlahan namun pasti. Hembusan angin yang tak terlalu kencang, yang mampu menerbangkan helai demi helaian rambut.
Disini ku berdiri sekarang, di pantai yang sepi tak tahu kenapa. Mungkin karena hari ini bukan hari dengan tanggal berwarna merah.
Dari kejauhan kulihat ikan-ikan kecil berlompatan ke udara. Lalu ku sipitkan mataku berniat melihat hewan jenis apa itu gerangan.
''Tunggu, apa itu... lumba-lumba? Ah, iya! Itu lumba-lumba! Ternyata dari sini kecil juga ya" , monolog ku.
Namun kemudian aku terkekeh geli, merutuki diri ku sendiri sebab berbicara seperti orang bodoh yang tak tahu apapun.
Ku edarka pandanganku ke sekeliling. Dari arah barat dapat ku lihat beberapa perahu nelayan penangkap ikan.
Ah, itu kurang menarik.
Aku memilih memutar kepalaku ke arah yang berlawanan dari sebelumnya. Yap, arah timur.
Tapi yang kudapati hanyalah...
Kosong
Namun,saat ku jatuhkan pandanganku ke arah bawah, kulihat sebuah ranting kecil yang ujungnya tak terlalu tajam tergeletak di hadapanku.
Ku ambil ranting itu, lalu ku gunakan ranting itu untuk mengukir sesuatu diatas hamparan pasir di hadapanku.
Sedikit membungkuk, lalu ku ukir sebuah huruf yang kemudian berkembang menjadi sebuah kata.
Memang sedikit lelah dan nyeri dibagian punggung sebab sudah lebih dari lima menit diri ini membungkuk. Akhirnya 'tulisan' ku selesai.
Sebuah kata sederhana yang dapat menarik kedua sudut bibirku ke atas membentuk sebuah senyuman manis.
' :) Be Happy'
Hey! Aku bukan nya lebay ataupun alay. Entah itu lebay karena aku yang merasakan nyeri akibat membungkuk ataupun alay akibat tulisan yang tak begitu 'bermakna'.
Asal kalian tahu, siapa yang akan kuat membungkuk selama 5 menit!? Aku yakin, kalian tidak akan kuat. Dan kata sederhana seperti itu, sangat berarti buatku yang selalu merasa kesepian ini.
Okey, back to topic.
Ku ambil benda pipih nan tipis lalu ku buka aplikasi dengan logo kamera. Ku arahkan belakang ponselku ke arah pasir tersebut dan...
cekrek
Sebuah gambar berhasil memasuki galeriku. Kemudian ku beralih pada sebuah media sosial yang akhir-akhir ini banyak digunakan orang-orang. Instagram.
Aku kemudian memilih sebuah logo dengan simbol tanda tambah didalam sebuah persegi, lalu ku pilih gambar yang baru saja ku ambil. Dan, menjadikannya sebuah postingan.
Setelah selesai aku kemudian menyimpan benda pipih nan canggih itu kembali. Namun,ada sesuatu yang mengganjal terasa di telapak kakiku. Itu terasa dingin.
Aku menunduk, melihat apa yang mengganggu kenyaman kakiku. Namun, sepersekian detik kemudian ku membelalakkan mataku. Tulisan yang ku ukir di tanah sudah hilang tersapu ombak yang airnya kian tinggi. Membuatku memundurkan diri beberapa langkah.
Aku kemudian berjalan meninggalkan tempat itu, karena langit yang kian menggelap. Sekilas dapat kulihat matahari terbenam diufuk barat. Dan aku memotret pemandangan itu, menjadikannya sebagai dokumen pribadi yang tak akan pernah kulupakan.
Bukan, aku bukan pergi untuk pulang. Tetapi, untuk mencoba berbagai macam kuliner yang terdapat disepanjang jalan.
Aku lalu mulai melangkahkan kaki, memutari setiap tempat penjualan. Hingga hari sudah benar-benar gelap.
Pandanganku pun terjatuh pada sebuah kedai yang menawarkan makanan seafood ala Korea. Ah ayolah, siapa yang tak akan tergoda dengan hal itu?
Lalu ku langkahkan kaki memasuki tempat itu. "Aesthetic", ujarku senang.
Tempatnya bersih, dihiasi juga dengan berbagai macam dekorasi nan menyilaukan mata, tetapi masih berkesan sederhana.
Aku memilih bangku paling pojok yang disebelah kanannya langsung menyuguhkan pemandangan laut nan indah meski hari sudah menggelap.
Lalu ku mendongak, menatap langit yang menampilkan rembulan berbentuk sabit, ditemani hamparan bintang yang saling mengkilap silih berganti.
Sembari menunggu pesanan. Aku memilih memainkan benda pipih nan canggih milikku kembali, lalu kubuka aplikasi instagram.
Aku kemudian beralih pada akun milikku sendiri, lalu menekan gambar yang baru saja ku upload beberapa jam yang lalu.
liveinthemoment
374 suka
liveinthemoment Me time<3
Lihat 35 komentar
2 jam yang lalu
Wah pencapaian yang bagus.
"Kak, pesanannya", seorang wanita datang menghampiri ku dengan celemek dan sebuah nampan berisi aneka macam makanan serta minuman persis seperti yang ku pesan tadi.
Aku tersenyum kemudian mengucapkan terimakasih sebelum ia pergi meninggalkan ku.
Setelah membaca do'a, aku mulai menyuapkan satu persatu makanan itu kedalam mulutku, menikmati rasa yang menjalar di indra pengecap milikku, dengan ditemani desiran ombak dan dinginnya udara malam yang menusuk.
Sesaat aku bisa bernafas, tanpa terasa ada yang mencekat.
Hari ini adalah hari dimana aku benar-benar dapat menikmati segala bentuk hal. Dan bersyukur serta memuji ciptaan-Nya yang begitu indah.
Hari ini akan terukir indah dalam benakku. Aku akan menikmati bagaimana nyamannya hari ini, sebelum hari esok dimana diriku akan kembali pada kenyataan yang hanya akan menguras tenaga dan energi.


Kerennn kalii wehhh
BalasHapusMakasih kali weh
Hapusserasa ada disana ku eh😭
BalasHapusHalu ajalah ygy
Hapusnyusun kata² yg bagus dan cocok susah.Tapi kamu bikinnya keren plz.imajinasi anda sangat bagos😭🙏
BalasHapusMasyaAllah, makasiih banyak loch😙
Hapusbakat penuliss niii
BalasHapusBismillah jadi penulis terkenal
BalasHapusJadiin buku fiks
BalasHapusjadiin buku dong kaka
BalasHapusInsyaAllah, yh kks, do'a ini aja deng
HapusWih..mantap²
BalasHapuskata"nya sangat bagus
BalasHapusmendalami bangeet